8 Kelompok Suku Dayak di Kalimantan Yang Menganut Agama Islam

Senibudayo akan mengajak Anda mengenal 8 suku Dayak yang menganut agama Islam, suku Dayak merupakan penduduk asli pulau Kalimantan atau Borneo. Masyarakat Dayak mempunyai kebudayaan yang luhur dan mereka memiliki kepercayaan tradisional yang disebut dengan kaharingan.

Bangsa Dayak yang besar terbagi menjadi beberapa kelompok suku pada zaman sekarang masyarakat Dayak memeluk agama Kristen atau Islam berikut ini 8 kelompok suku Dayak yang menganut agama Islam

1. Suku Dayak Paser 
Suku Dayak Paser

Suku Dayak Paser guys adalah suku bangsa yang mendiami sepanjang tenggara pulau Kalimantan terutama wilayah kabupaten Paser penajam Paser Utara dan kota Balikpapan serta sebagian Kutai barat dan Kutai Kartanegara sekitar 95% orang Paser menganut agama Islam dalam sejarahnya masyarakat Dayak pasar pernah mempunyai sebuah kesultanan yakni kesultanan Paser atau kerajaan sadurangan yang berdiri pada awal abad ke-16 dan suku bangsa Paser ini guys adalah salah satu suku bangsa tertua di pulau Kalimantan atau Borneo masyarakat pasir ini masih berkerabat dekat dengan suku Dayak benua. 

daya gantian Dayak dia daya semihim daya mah anyan Dayak dan daya otonom masyarakat gaya pasir juga berhubungan baik dengan orang-orang Melayu dan orang-orang Banjar yang memiliki kesamaan agama dengan mereka yaitu Islam

 2. Suku Dayak Bakumpai 
Suku Dayak Bakumpai

Suku Dayak Bakumpai adalah salah satu sub etnis daya ngaju mereka taat menganut agama Islam suku bakumpai terutama mendiami sepanjang tepian daerah aliran sungai Barito di Kalimantan Selatan dan Kalimantan tengah dalam sensus penduduk tahun 2000 populasi masyarakat 7,5% dari total penduduk provinsi Kalimantan tengah masyarakat suku Dayak bakumpai banyak mendapat pengaruh bahasa budaya hukum adat dan seni arsitektur dari masyarakat etnis Banjar.

Oleh karena itu suku bakumpai ini secara budaya dan hukum adat termasuk golongan budaya Banjar namun secara bahasa dan keturunan suku bakumpai memiliki kedekatan dengan suku Dayak ngaju pada masa sekarang ini hampir 100% masyarakat Dayak bakumpai menganut agama Islam dan berbagai tradisi ritual seperti yang ditemukan pada kebanyakan suku Dayak,

Namun sudah tidak ditemui lagi pada komunitas masyarakat budaya memeluk agama Islam diperkirakan sejak pada akhir abad ke-16 pengaruh ajaran Islam terlihat hampir di setiap aspek kehidupan masyarakat kekerabatan gaya hidup bahkan pada unsur kesenian daerah kota Marabahan yang merupakan pusat kediaman suku bakumpai telah banyak menghasilkan ulama-ulama besar yang menyebarkan agama Islam ke wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan tengah

 3. Suku Dayak berangas

Suku Dayak berangas adalah salah satu sub etnis daya ngaju mereka penganut agama Islam yang taat mereka mendiami wilayah bagian hilir sungai Barito terutama di kabupaten Barito Kuala provinsi Kalimantan Selatan dahulunya mereka bertutur dalam bahasa brangas yang mempunyai kemiripan dengan bahasa Dayak ngaju dan dayak bakumpai.

Namun sayang sekali bahasa berangas sudah berada di ambang kepunahan, karena mengalami proses banjarisasi yakni amalgamasi dengan bahasa Banjar dialek Banjar Kuala, bahasa sendiri kosakatanya 70% menyerap bahasa Melayu Banjar namun struktur bahasanya tetap mempertahankan bahasa Dayak saat ini hampir 100% suku Dayak berangas beragama Islam mereka berhubungan erat dengan masyarakat Banjar

 4. Suku Dayak Sampit 
Suku Dayak Sampit

Suku Dayak Sampit adalah sub etnis Dayak ngaju yang mendiami sepanjang tepian daerah aliran sungai mentaya di wilayah kabupaten Kotawaringin timur provinsi Kalimantan tengah pada sensus penduduk tahun 2000 populasi masyarakat Dayak Sampit mencapai 9,57% dari total penduduk provinsi Kalimantan tengah mereka bertutur dalam bahasa Sampit sebuah bahasa yang masih termasuk dalam rumpun bahasa Dayak.

Menurut kepercayaan lokal masyarakat Dayak Sampit ini dahulu pernah mempunyai sebuah kerajaan yakni kerajaan sungai Sampit yang sayang sekali harus musnah akibat perebutan kekuasaan di antara para putra rajanya lokasi kerajaan sungai Sampit ini diperkirakan masuk wilayah desa bagendang hilir Sampit. 

5. Suku Tidung 
Suku Tidung

Suku Tidung adalah kaum Bumiputera pulau Kalimantan atau Borneo yang terutama tinggal di bagian timur laut pulau Kalimantan yang saat ini masuk wilayah provinsi Kalimantan Utara Indonesia dan negara bagian Sabah Malaysia dalam sejarahnya masyarakat suku Tidung pernah mempunyai sebuah kerajaan yakni kerajaan Tidung yang akhirnya harus hancurkan karena adu domba Belanda.

Mayoritas suku Tidung adalah penganut agama Islam suku Tidung merupakan sub suku dari suku Dayak menurut salah satu tujuh suku terbesar di Kalimantan masyarakat suku Tidung merupakan masyarakat yang dinamis mereka saling berpindah-pindah dari pedalaman Kalimantan hingga tinggal di wilayah pesisir seperti Sabah Malinau Nunukan Tarakan dan Berinteraksi yang intens dengan para pelaut dan pedagang muslim.

Sehingga membuat suku Tidung mengenal agama Islam salah satu seni khas kebudayaan suku Tidung adalah seni pahatan mereka menerapkan seni pahatan itu pada unsur alat musik tradisional mereka ataupun pada berbagai instrumen bangunan juga memiliki aneka jenis alat tangkap permainan dan makanan khas

 6. Suku Kutai 
Suku Kutai

Suku Kutai atau urang Kutai adalah salah satu kelompok etnis Dayak yang taat menganut agama Islam suku Kutai ini termasuk dalam salah satu rumpun Dayak yakni Dayak ondanum yang banyak mendiami wilayah provinsi Kalimantan timur suku Kutai ini merupakan salah satu rumpun suku Dayak yang berasimilasi dan banyak menyerap kebudayaan suku lain terutama Melayu dan Banjar.

Bisa dibilang suku Kutai merupakan asimilasi antara suku Dayak dan suku Melayu atau Banjar yang kemudian menjadi etnisitas tersendiri berbeda dengan Dayak dan Melayu atau Banjar adat istiadat lama suku Kutai memiliki banyak kesamaan dengan adat istiadat suku Dayak rumpun ondanum tradisi erau Belian memang dll. seiring dengan masuk Islamnya suku Kutai tradisi-tradisi yang dianggap bertentangan dengan agama Islam pun mulai ditinggalkan atau disesuaikan dengan tradisi Islam

 7. Suku Dayak Senganan 
Suku Dayak Senganan

Suku Dayak melanau merupakan7 suku Dayak senganan Dayak senganan adalah istilah kolektif untuk menyebut masyarakat Dayak iban yang masuk Islam dan mengadopsi sebagian tradisi Melayu dan mereka tersebar di wilayah Kapuas raya seperti Sintang Melawi Sanggau Kapuas hulu dan Sekadau Kalimantan barat sejarah Dayak senganan terbagi menjadi tiga keturunan paling berpengaruh besar dalam populasi masyarakat Dayak senganan dibagi 3
 
1. Dayak senganan Sekadau dan Sanggau yang berasal dari rombongan dan keturunan adalah nante dan badai Cina .

 2. senganan Sintang berasal dari keturunan dan rombongan agama Irawan dan mampu Deli hingga menyebar ke wilayah Melawi dan.

 3.  adalah Dayak senganan Kapuas hulu yang berasal dari masyarakat Dayak taman dan rumpun ibanik lainnya menurut catatan sejarah suku senganan juga turut hadir dalam perjanjian tumbang anoi pada tahun 1894 untuk mengakhiri tradisi mengayau sesama keturunan Dayak di Kalimantan selain itu mereka juga ikut serta dalam Mandau tebalang.

8. Suku Dayak Melanau 
Suku Dayak Melanau

Suku Dayak Melanau merupakan bangsa asli wilayah Sarawak Malaysia yang merupakan penduduk pedalaman wilayah Serawak paling awal mereka mempunyai hubungan linguistik dan sosial dengan suku Dayak kajang pada masa kini hampir keseluruhan masyarakat melanau menganut agamaIslam sama seperti masyarakat Dayak iban orang melanau tinggal di dalam rumah panjang namun mereka membuatnya dengan tinggi.

Namun masyarakat melanau pada masa kini telah mengubah cara kehidupan mereka dengan tinggal di dalam rumah perkampungan mengikuti corak orang-orang Melayu masyarakat Dayak melawan banyak tinggal di kawasan pesisir seperti lembah Utara sungai rajang ikan negara bagian Sarawak Malaysia 

itu tadi guys 8 kelompok etnis Dayak di pulau Kalimantan yang menganut agama Islam, Wallahu a'lam bissowaf wassalam mua'laikum warohmah tullohi wabarokatuh.

0 Response to " 8 Kelompok Suku Dayak di Kalimantan Yang Menganut Agama Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel